Mengenal White-tailed Tropicbird: Si Penjelajah Samudra yang Tangguh

Di balik keindahan langit tropis dan hamparan samudra yang luas, terdapat seekor burung laut yang memukau bernama White-tailed Tropicbird (Phaethon lepturus). Di Indonesia, burung ini sering dikenal dengan sebutan Buntut-sate Putih. Memiliki ciri khas berupa dua helai bulu ekor yang sangat panjang dan tubuh berwarna putih bersih dengan corak hitam di sayap, burung ini merupakan simbol keanggunan di wilayah perairan tropis. Namun, di balik keindahannya, burung ini adalah pemburu yang sangat efisien.

Apa Makanan Utama White-tailed Tropicbird?

Sebagai burung pelagis yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas laut terbuka, makanan utama White-tailed Tropicbird adalah ikan kecil dan cumi-cumi. Mereka adalah karnivora laut yang sangat bergantung pada kelimpahan sumber daya di permukaan samudra.

Beberapa jenis mangsa favorit mereka antara lain:

  • Ikan Terbang (Flying Fish): Ini adalah sumber nutrisi utama mereka. Kemampuan ikan terbang untuk melompat ke permukaan air justru memudahkan burung ini untuk menyergap mereka di udara atau saat baru mendarat kembali di air.
  • Cumi-cumi Kecil: Sering ditangkap saat mereka naik ke permukaan pada waktu-waktu tertentu.
  • Krill dan Krustasea: Meskipun lebih jarang, mereka terkadang mengonsumsi krustasea kecil yang terbawa arus permukaan.

Teknik Berburu “Plunge Diving”

Cara White-tailed Tropicbird mencari makan sangat mengesankan untuk disaksikan. Mereka bukan tipe burung yang berenang di permukaan untuk mencari makan, melainkan menggunakan teknik plunge diving atau menyelam dari ketinggian.

Burung ini akan terbang dengan ketinggian sekitar 20 meter di atas permukaan laut untuk memantau pergerakan mangsa. Begitu target terlihat, mereka akan melipat sayapnya dan menukik tajam ke dalam air. Meskipun mereka tidak menyelam terlalu dalam (biasanya hanya beberapa meter di bawah permukaan), kecepatan dan akurasi tukikan mereka hampir selalu membuahkan hasil. Menariknya, mereka sering kali menelan mangsanya langsung saat masih berada di bawah air atau segera setelah muncul ke permukaan.

Adaptasi Unik untuk Bertahan Hidup

Paruh White-tailed Tropicbird berbentuk runcing dan berwarna kuning atau jingga kemerahan dengan tepian yang sedikit bergerigi. Adaptasi ini sangat penting untuk mencengkeram ikan yang licin agar tidak lepas saat mereka kembali terbang ke udara. Selain itu, sayap mereka yang panjang dan kuat memungkinkan mereka terbang dalam jarak yang sangat jauh dari daratan hanya untuk mencari area perairan yang kaya akan ikan.

Burung ini sering kali mengikuti kelompok predator besar seperti ikan tuna atau lumba-lumba. Mengapa? Karena predator besar tersebut sering menggiring gerombolan ikan kecil ke permukaan, sehingga menjadi “prasmanan” gratis bagi White-tailed Tropicbird.

Kelestarian dan Ancaman

Keberadaan burung ini sangat bergantung pada kesehatan ekosistem laut. Polusi plastik dan penangkapan ikan berlebihan (overfishing) merupakan ancaman nyata bagi ketersediaan makanan mereka. Berdasarkan data dari BirdLife International, menjaga kebersihan laut dan melindungi lokasi sarang mereka di tebing-tebing pantai adalah kunci utama pelestarian spesies ini.

Sebagai kesimpulan, White-tailed Tropicbird adalah navigator ulung yang menggantungkan hidupnya pada kekayaan katiesbeautybar.com samudra. Dengan memahami pola makan dan perilaku berburu mereka, kita semakin diingatkan untuk menjaga kelestarian laut yang merupakan sumber kehidupan bagi makhluk menawan ini.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *